A Review : Habis Gelap Terbitlah Terang

Ibu Kartini atau lengkapnya Raden Ajeng Kartini adalah seorang pejuang emansipasi wanita yang dilahirkan di pesisir utara Pulau Jawa tepatnya yaitu Kota Jepara pada tanggal 21 April 1879. Raden Mas Adipafi Sastrodiningrat yang merupakan bupati Jepara pada saat itu adalah ayah beliau, yang juga merupakan cucu ucu dari Bupati Demak, Tjondronegoro.

Di zaman kartini yaitu abad 19 ahir dan 20 awal, wanita-wanita Indonesia tidak memiliki kebebasan yang setara dengan laki-laki dalam berbagai hal, baik dalam hal pendidikan dan pembelajaran, hak mengeluarkan pendapat dan suara, maupun dalam hal menentukan jodoh. Hal tersebut tetap berlaku kepada Kartini walaupun beliau adalah anak dan cucu dari seorang bupati. Kartini juga tidak mempunyai kebebasan seperti wanita-wanita lainnya. Keinginan beliau untuk mempunyai kebebasan yang setara dengan laki-laki juga dengan kaum Belanda yang sangat terasa diskriminasinya membuat Kartini menjadi semangat untuk melakukan suatu hal untuk mengubah kebiasaan tersebut.

Kartini hanya diperbolehkan untuk sekolah sampai tingkat sekolah dasar saja, sekolah dasar itu disebut dengan Europes Lagere School (E.L.S). Anak-anak yang tidak seberuntung Kartini dengan status sosial dan keadaan ekonominya, justru tidak mendapatkan hak untuk mengenyam bangku pendidikan sama sekali.

Saat Kartini berusia 12 tahun maka tiba saatnya beliau untuk menikah, selama itu juga beliau dipingit di dalam rumah atas dasar adat yang mengatakan bahwa seorang gadis yang belum menikah tidak boleh berpergian dan melakukan aktivitas di luar rumah secara bebas. Kartini yang merasa terkekang tentu sangat menentang keadaan yang dirasakan olehnya, Kartini yang tadinya bersemangat untuk memperjuangkan perubahan keadaan wanita-wanita Indonesia pun mulai menciut semangatnya.

Banyaknya hambatan-hambatandan pertentangan yang dirasakan Kartini dalam memperjuangkan hak wanita ditanbah perjuangannya yang hanya seorang diri begitu sulit. Adat dan budaya yang melekat begitu kental membuat masyarakat lain pun kurang bisa menerima perubahan-perubahan yang diinginkan Kartini untuk wanita Indonesia. Kartini memutuskan untuk mengirim surat-surat kepada sahabatnya yang kini berada di Belanda, beliau mencurahkan seluruh keluh kesah dan suka duka beliau.

Kegemarannya membaca buku membuat Kartini kian menambah pengetahuannya, melalui buku pun ia juga membuka wawasan dan cara berpikirnya, bukunkafangan Multatuli yang berjudul Max Havelaar dan juga buku buku karya perempuan – perempuan pejuang Eropa merupakan buku yang paling gemar beliau baca.

Buku-buku yang dibacanya membuat beliau mulai berpikir betapa tertinggal nya kaum wanita sebangsanya bila dibandingkan dengan kaum wanita lain di benua Eropa. Hal tersebut sangat memupuk tekad kuat Kartini untuk memajukan wanita sebangsanya sendiri yaitu Indonesia, banyak cara yang dapat dilakukan untuk memajukan kaum perempuan di daerahnya diantara nya melalaui pendidikan.

Setelah Kartini beranjak dewasa, beliau mulai membuka pendidikan secara gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun didaerah Jepara. Sekolah tersebut khusus diperuntukkan bagi kaum perempuan. Sekolah Kartini mengajarkan berbagai ilmu dan keterampilan seperti menyulam, menjahit dan memasak. Teruntuk tekadnya yang kuat Kartini bahkan berkeinginan untuk mengikuti sekolah guru di negeri Belanda melalui jalur beasiswa yang di berika oleh pemerintah Hindia Belanda. Namun sayangnya kedua orang tua Kartini tidak mendukung dan memberi izin pada keinginannya tersebut.

Kartini pun akhirnya dinikahkan dengan seorang bupati Rembang bernama Raden Adipati Joyodiningrat. Sikap ramah dan lemah lembut serta dukungan terhadap keinginan Kartini membuat ia merasa sangat beruntung bersuami Raden Adipati Joyodiningrat. Berbagai rintangan tidak menyurutkan semangatnya, bahkan pernikahan sekalipun. Setelah menikah, dia masih mendirikan sekolah di Rembang di samping sekolah di Jepara yang sudah didirikannya sebelum menikah.

Pada usia 25 tahun, Kartini melahirkan anak pertamanya, Raden Mas Soesalit yang lahir pada tanggal 13 September 1904. Raden Mas Soesalit pun menjadi anak terakhirnya karena Sang Pencipta kemudian memanggil Kartini ke hadirat-Nya pada 17 September 1904. Jenazah Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Banyak wanita merasa sangat terinspirasi oleh apa yang dilakukan Kartini, wanita-wanita lainnya kemudian mendirikan “Sekolah Kartini” didaerahnya masing-masing dan meneruskan gerakan Kartini untuk memperjuangkan hak-hak wanita untuk disetarakan dengan hak-hak pria.

Perjuangan Raden Ajeng Kartini untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan agar sejajar kedudukannya dengan kaum lelaki dikisahkan dengan sangat jelas oleh buku ini. Perjuangan Kartini dalam bidang penidikan wanita sangat menginspirasi. Raden Ajeng Kartini yang notabenenya adalah seorang anak bangsawan tetap memiliki sifat rendah hati, tidak sombong dan egois. Beliau bahkan memperhatikan hak-hak wanita-wanita kurang mampu, membantu keadaan masyarakat kecil di sekitar rumahnya bahkan berteman dengan masyarakat kurang mampu pun Kartini jabani.
Kartini juga mempunyai cita cita untuk menhapuskan kesenjangan sosial yang ada antara kaum bangsawan dengan kaum rendahan. Dengan pendidikan, beliau ingin meningkatkan kreatifitas dan sifat intelektual kaum wanita agar meningkatkan derajatnya, karena seorang wanita yang cerdas juga melahirkan anak-anak yang cerdas.

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku berdasarkan surat-surat yang dikirimkan Kartini kepada sahabat-sahabatnya. Kartini mencurahkan segala perasaan nya baik senang maupun sedih pada surat – surat tersebut. Kemudian kumpulan surat tersebut di bukukan oleh J.H Abendanon yang dikelompokkan menjadi 25 bagian. Pengelompokan surat di bagi berdasarkan isi surat dan waktu surat dan juga berdasarkan suasana hati kartini pada saat menuliskan surat tersebut.

Esensi : menghargai perjuangan dari Raden Ajeng Kartini secara utuh dan melanjutkan perjuangan beliau dengan cara terus belajar dan memperjuangkan hak wanita.

posted 3 weeks ago with 0 notes

Pilrek UI 2014, Bagaimana?

Apalah artinya sebuah universitas tanpa rektornya? Tidak bisa mengambil suatu keputusan penting, hak-hak mahasiswa terkadang tidak terpenuhi, lingkungan universitas yang kurang memuaskan, sarana dan pra sarana yang masih kurang membuat dibutuhkannya sosok seorang rektor untuk menjadi sebuah pemecahan masalah-masalah yang ada di sekitar kampus.

Read More

posted 1 month ago with 0 notes

Analisis Video Potret Indonesia

Analisis Video Potret Kecil Indonesia

 (VIDEO)

Indonesia negeri yang indah. Begitu banyak kekayaan alam merimpah ruah di bumi kita Indonesia. Banyak Negara-negara asing yang bermimpi mendapatkan karunia seperti Indonesia, begitu banyak sumber daya alamnya dan juga sumber daya manusia yang banyak jumlahnya. Berjuta spesies hewan dan tumbuhan mampu bertahan hidup di alam Indonesia, dan itu adalah beberapa hal dari berjuta hal yang dapat dibanggakan dari Indonesia.

Read More

Mahasiswa: Berprestasi dan Organisatoris

Mahasiswa: Berprestasi dan Organisatoris

Menyandang kata ‘Maha’ di depan kata ‘siswa’ berarti banyak. Maha berarti harus belajar mandiri. Maha berarti tidak menunda-nunda lagi. Maha berarti bertanggung jawab, dan maha berarti berusaha. Sebenarnya masih banyak sekali arti dari kata ‘Maha’ itu. Kata ‘Maha’ menambah makna sangat banyak dari kata ‘siswa’.

Mahasiswa. Memang daritadi itu yang saya bahas. Sudah bukan lagi sekedar siswa, kita juga harus merubah sifat-sifat dan kebiasaan dari yang tadinya hanya sekedar siswa menjadi mahasiswa yang lebih dewasa dan lebih bertanggung jawab.

Read More

posted 1 month ago with 0 notes
#mabim #okkfkmui

The Effects of Light Pollution on the Environment

 

Banyak yang tidak mengetahui bahwa ternyata cahaya bisa menjadi suatu jenis polusi. Cahaya bisa dianggap sebagai polusi jika kadar intensitas cahayanya terlalu besar sehingga dapat mempengaruhi beberapa spesies makhluk hidup seperti tumbuhan dan manusia. Banyak orang masih beranggapan bahwa tidak ada yang namanya polusi cahaya untuk itu disini akan dibahas mengenai efek polusi cahaya terhadap lingkungan agar masyarakat lebih mewaspadai polusi cahaya.

 

Read More

posted 1 month ago with 0 notes

Indonesia’s Infant Smoking Epidemic

Melihat anak-anak dibawah umur dengan santai menghisap rokok di depan umum bukan hal yang jarang lagi ditemukan di Indonesia. Seperti Irwan anak berumur tujuh tahun yang sudah merokok mulai dari umur lima tahun. Irwan mengaku di jam delapan pagi ia sudah menghabiskan batang rokok kelimanya. Ketika ditanya mengapa ia merokok, ia menjawab dengan santai bahwa ia ingin bebas, ia menjelaskan kembali bahwa bebas yang ia maksud adalah bebas berkumpul dengan anak-anak seumurannya dengan merokok bersama.

Read More

posted 1 month ago with 0 notes
#Mabim #OKKFKMUI #okkfkmui2014

Visualisasi Mimpi

posted 1 month ago with 0 notes
#iniMimpiku #okkfkm

OKKFKM - Kampusku Beragama?

Kampusku Beragama?

Kampus ibarat sebuah  negara yang terdiri dari beragam suku bangsa di dalamnya termasuk beragam penganut agama dan kepercayaan. Sama halnya seperti sebuah negara, kehidupan di dalam dunia kampus diisi dengan kehidupan mahasiswa yang tidak hanya berasal dari Indonesia saja, tetapi juga perwakilan dari agama dan kepercayaan yang mereka anut.

Makna agama sendiri adalah hasil dari sebuah kehidupan, yaitu kehidupan yang damai dan tidak kacau. Agama merupakan suatu pegangan dan pedoman hidup agar segala perbuatan umat manusia dapat dikendalikan, tidak semaunya sendiri, melainkan terdapat aturan – aturan sehingga tercipta suasana aman, damai dan terkendali.

Sebagai kaum intelektual, mahasiswa tidak sekedar dituntut menjadi insan akademis saja. Namun, mahasiswa harus memiliki sikap beragama sebagai aktualisasi ilmu yang dimilikinya.

Pendidikan beragama di dalam kampus menjadi penting agar senantiasa dapat membimbing para mahasiswa tetap pada pedoman-pedoman atau ajaran-ajaran yang ada. Agama dapat menjadi kunci dan sumber ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh setiap mahasiswa penganutnya.

Dewasa ini makin banyak oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang membahayakan khalayak luas termasuk di dalamnya para mahasiswa. Di dalam kitab suci Al Quran disebutkan;

"Dan janganlah kamu mengikuti, apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan (pemahaman) tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung-jawabannya." <QS.17:36>

Ayat tersebut menjelaskan bahwa seharusnya kita tidak mempercayai apa yang tidak kita ketahui, melainkan sebaiknya menggali ilmu dari apa yang telah kita pelajari dan ketahui.

Pendidikan beragama di dalam lingkungan kampus menjadi penting karena hal tersebut membuat mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, menambahkan ilmu pada masing-masing siswanya dengan menambahkan ketakwaan dan kemawasan diri.

"…. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya, sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." <QS.2:197>

"Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan"." <QS.5:100>

"Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal; (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu." <QS.65:10>

Ketiga kutipan ayat dari kitab suci Al-Quran tersebut menjelaskan tentang pentingnya berilmu pengetahuan dengan didukung ketakwaan untuk meningkatkan keimanan.

Pentingnya agama dalam kehidupan kampus tidak hanya memberikan keutungan bagi mahasiswa untuk lebih waspada terhadap perilaku orang lain tetapi juga untuk menjaga sikap-sikap dirinya sendiri.

"Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya, dan memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya (untuk menguji keimanan manusia). Dan sesungguhnya kamu akan ditanya, tentang apa yang telah kamu kerjakan." <QS.16:93>

Dalam kehidupan bersosialisasi pasti tidak luput dari adanya perselisihan, termasuk didalamnya kehidupan di dalam kampus.  Pembelajaran agama di dalam kampus menjadi penting agar dapat menaungi berbagai macam pola piker para mahasiswa dan menghindari semua dari perselisihan.

Pendidikan agama sebenarnya harus mampu menyadarkan mahasiswa akan potensi fitrah dan agama yang dimilikinya. Bahwa hidup bukan saja berorientasi dunia yang fana ini, melainkan juga ada kehidupan yang lebih bermakna, bermartabat dan berbahagia di akhirat kelak. Pendidikan agama dalam konteks ini, harus melakukan orientasi kembali,agar kaum terpelajar mampu memahami potensi-potens yang dimiliki oleh agama.

Untuk itu, pendidikan agama sebagai elemen terpenting dalam dunia pendidikan, terutama dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 yang berbasis pendidikan karakter, maka haruslah dilakukan upaya revitalisasi terhadap pendidikan agama itu sendiri. Pertama, pemahaman ulang tentang kedudukan dan fungsi pendidikan agama di Sekolah. Selama ini pendidikan agama di Sekolah lebih difungsikan untuk membedakan murid yang satu dengan murid yang beragama lainnya. Pemahaman fungsi agama yang demikian, mengakibatkan pengajaran agama lebih berorientasi doktrin dan ritual yang kering akan makna sosial dan peran kritis agama. Agama menjadi pemisah identitas. Mestinya, agama menjadi penyatu, pintu masuk bagi kaum remaja menyelesaikan berbagai persoalan dan perbedaan dalam merespon berbagai tantangan hidup yang dihadapinya.

Sumber:

Al-Quran

http://islamagamauniversal.wordpress.com/referensi/c_en_001/

http://edukasi.kompasiana.com/2012/03/18/membumikan-toleransi-beragama-di-kampus-443243.html

http://www.haluankepri.com/opini-/55418-moral-pelajar-dan-revitalisasi-pendidikan-agama.html

Esensi Tugas:

Selain untuk memenuhi tugas OKK FKM UI 2014, essai ini juga ditujukan agar menginformasikan kepada masyarakat khususnya mahasiswa tentang pembelajaran agama di dalam lingkungan kampus.

posted 2 months ago with 2 notes
#OKKFKM #Indonesia #Universitas Indonesia

OKKFKM - Kerja Kami untuk Indonesia

Kerja Kami untuk Indonesia

Sebagai pemuda, mahasiswa mempunyai banyak peranan bagi masyarakat seperti agent of change dan social control. Sebagai agent of change, mahasiswa seharusnya mampu membawa perubahan pada Indonesia dari masa ke masa. Dengan gejolak dan semangat dari mahasiswa membuat mahasiswa berani menyuarakan diri apabila merasa tidak sesuai dengan apa yang mereka anggap benar. Peran social control manusia tentu tidak main-main, seperti misalnya dalam suatu kawasan yang masyarakatnya sedang dalam konflik, mahasiswa terjun langsung dengan cara pandang objektif, idealis dan realistis sehingga lebih mudah menyelesaikan suatu konflik dibandingkan masyarakat yang mungkin lebih terselimuti ego subjektif.

Bagaimanapun bentuk suatu Negara berdaulat pasti terdapat suatu pemerintahan yang absolute. Dalam sebuah system pemerintahan pula terdapat kepemimpinan. Kepemimpinan yang dimaksud tidak hanya meliputi pemimpin, namun juga seluruh jajaran yang ikut didalamnya, baik pusat, daerah, maupun lingkup instansi atau organisasi. Masa bakti suatu kepemimpinan pun ada batasnya. Satu masa kepemimpinan akan diganti oleh yang lain dan lebih muda. Mahasiswa adalah bagian dari masyarakat yang masih muda dan baru terjun dalam kehidupan. Bibit-bibit muda inilah yang akan memnggantikan suatu kepemimpinan yang telah habis masanya. Mahasiswa jumlahnya ratusan ribu, dan banyak didalamnya memiliki jiwa kepemimpinan. Mahasiswa selalu mengisi dari generasi ke generasi. Melanjutkan apa yang sudah ada untuk terus dijalankan. Ketersediaan pemimpin suatu Negara tergantung dari pemuda-pemudinya. Itulah kenapa mahasiswa berperan sebagai Iron Stock. Pemuda-pemudi yang berkualitas adalah calon pemimpin terbaik yang dimiliki bangsa ini.

Mahasiswa kesehatan masyarakat yang mempelajari cara-cara pencegahan penyakit dan pengembangan aspek sosial mempunyai peranan sangat penting di zaman ini dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit-penyakit dan cara menanganinya.

Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai ras dan suku, mulai dari golongan atas sampai golongan bawah. Perumbuhan penduduk Indonesia yang pesat dan terus meningkat menyebabkan banyaknya permasalahan yang muncul, termasuk masalah di bidang kesehatan.

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat mempunyai keuntungan lebih untuk berperan dalam membantu masyarakat Indonesia, dalam hal ini bertindak sebagai agent of healh, agent of change dan agent of development.

Agent of Health merupakan hal utama agar masyarakat menjadi lebih peduli dengan kesehatan masyarakat. Tujuan utamanya tentu agar masyarakat menjadi lebih peduli dengan kesehatan mereka dan memaham bahwa kesehatan adalah suatu hal yang mahal. Mahasiswa Kesehatan Masyarakat dapat membantu masyarakat luas untuk mengakses lebih leluasa ke dalam bidang kesehatan.

Agent of Change membantu menggerakkan masyarakat agar kualitas kesehatan terus meningkat. Mahasiswa dapat membantu memberikan pemahaman melalui seminar-seminar atau kampanye-kampanye mereka.

Agent of Development mendukung peran agent of change karena mahasiswa kesehatan masyarakat sebagai agent of development bertugas untuk mempertahankan dan mengembangkan informasi pada masa depan.  

Mahasiswa adalah pemuda-pemudi bangsa dengan berbagai macam keunggulan. Mereka pula yang menjaga kesabilan Negara, membawa inovasi dan perubahan, serta benih pemimpin unggul. Bukti nyata ada dihadapan kita, orde reformasi, demonstrasi positif, serta pemimpin-peminpin muda yang semuanya berkaitan erat dengan mahasiswa. Suatu bangsa yang kaya akan SDA dan SDM namun rapuh didera berbagai permasalahan juga menjadi salah satu tanggung jawab untuk dibenahi oleh mahasiswa sebagai agen of change, social control, dan iron stock. Itulah kenapa peran mahasiswa sangat dibutuhkan bagi Indonesia.

Fakultas Kesehatan Masyarakat adalah fakultas yang melahirkan tenaga kesehatan yang bekerja dalam bidang promosi kesehatan masyarakat dan dalam pencegahan penyakit. Mahasiswa kesehatan masyarakat itu yang bertugas dan bertanggungjawab agar orang tidak sakit melalui promosi dan penyuluhan kesehatan yang berupa pesan agar masyarakat mau dan mampu menjaga kesehatannya sendiri. Saat ini mahasiswa kesehatan masyarakat sangat banyak dibutuhkan. Mahasiswa kesehatan masyarakat jelas berbeda dengan dokter yang lebih bekerja pada tahap pengobatan di dunia kesehatan.

 

Sumber

http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_kesehatan_masyarakat

http://edukasi.kompasiana.com/2013/08/15/peran-mahasiswa-kesehatan-masyarakat-di-indonesia-583997.html

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/08/10/peran-kontributif-mahasiswa-kesehatan-masyarakat-dalam-memajukan-bangsa-580110.html

http://arisyaoran.wordpress.com/2011/07/31/peran-kontributif-mahasiswa-kesehatan-untuk-bangsa/

https://www.facebook.com/PergerakanMahasiswaIslamIndonesiapmii/posts/430695797007545

 

Esensi Tugas

Selain untuk memenuhi tugas OKK FKM UI 2014, essay ini ditujukan untuk menginformasikan ke masyarakat luas tentang peranan mahasiswa kesehatan masyarakat untuk Indonesia.

posted 2 months ago with 0 notes
#OKKFKM #Indonesia

OKKFKM - Ada Apa Sebenarnya dengan Indonesia dan Tembakau?

Ada Apa Sebenarnya dengan Indonesia dan Tembakau?

Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) atau bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Masalah Tembakau yang berisi tentang perjanjian kesehatan dan perjanjian pertanggung jawaban industry global tembakau pertama telah dan terus menyelamatkan banyak jiwa. FCTC yang dikelola oleh World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia ini telah diikuti oleh 178 negara terhitung pada Agustus 2014 dan Indonesia bukan merupakan salah satu dari 178 negara yang berpartisipasi dalam FCTC.

Ethiopia menjadi negara ke 178 yang mengaksesi FCTC. Saat ini permasalahan aksesi FCTC ada di salah satu kementerian yang tidak setuju Indonesia mengaksesi FCTC. Kementrian Perindustrian menolak dan merekomendasikan Indonesia untuk tidak menandatangani FCTC walaupun Menteri Kesehatan sudah mengatakan bahwa FCTC bukan untuk menurunkan jumlah perokok dan tidak ada hubungan dengan para petani tembakau.

 

Prinsip kerja FCTC sebenarnya sangat menguntungkan bagi negara-negara yang berpartisipasi di dalamnya. Namun bagaimana dengan Indonesia yang pada awalnya menjadi kontributor aktif pembentukan FCTC? Pemerintah mengemukakan beberapa alasan mengapa Indonesia tidak menandatangani FCTC seperto; tingginya tingkat konsumsi rokok rakyat Indonesia, Indonesia termasik dari lima negara produsen tembakau terbesar di dunia, biaya cukai dari rokok mencappai 50 trilyun rupiah dan Indonesia memiliki 2000 perusahaan industri rokok dengan jumlah pekerjanya mencapai ratusan ribu orang.

Pemerintah berpikir dengan diperkuat oleh alasan-alasan tersebut maka lebih baik untuk tidak menandatangani FCTC karena diperkirakan akan membawa kerugian lebih banyak yang dititik beratkan antara para petani tembakau dan kesehatan masyarakat. Sikap pemerintah tersenut dinilai oleh Peneliti lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Abdillah Ahsan sebagai sikap pemerintah yang lebih pro kapitalis, yang lebih mementingkan perusahaan rokok asing dibandingkan dengan kesehatan rakyatnya sendiri.

Tidak sedikit kalangan masyarakat yang menentang kebijakan pemerintah untuk tidak berpartisipasi dalam FCTC ini, mereka melancarkan protes-protes kepada pemerintah yang akhirnya ditanggapi oleh Menteri Kesehatan, Dr. Andi Nafsiah Mboi. Ia membenarkan bahwa prevalensi jumlah perokok pada negara Thailand yang sudah mengaksesi FCTC terlebih dahulu menurun, namun jumlah perokoknya tidak mengalami penurunan drastis atau relatif sama dikarenakan oleh bertambahnnya jumlah penduduk secara bersamaan.

Dibalik semua kontroversi dengan pemerintah, sebenarnya Indonesia mendapatkan beberapa kerugian dengan tidak berpartisipasi di dalam FCTC. Pertama, saat ini Indonesia meripakan target pasar pemasaran inndustri rokok multi nasional. Hal ini jelas merusak kesehatan generasi-generasi penerus bangsa serta kualitas sumber daya manusia Indonesia. Belum lagi maraknya kasus narkoba saatu ini justru dipicu darikebiasaan merokok yang akut.

Kedua, bayangkan yang terjadi kepada ibu-ibu hamil dan anak-anak apabila konsumsi rokok meningkat tajam. Hal ini pasti sangat berpengaruh kepada angka kematian dan jumlah penyakit yang berkaitan dengan konsumsi rokok seperti kanker, stroke dan jantung.

Sudah seharusnya Indonesia menandatangani keikutsertaannya dalam FCTC, meskipun ada pertimbangan-pertimbangan pemerintah, apa salahnya mencoba? Indonesia pun telah mengucurkan dana untuk mendukung program ini lalu tiba-tiba menarik diri di akhir penandatanganan.

Pemerintah Indonesia seharusnya bisa mengakali perkiraan-perkiraan kerugian degan belajar dari negeri Thailand. Thailand mendapatkan pemasukan meningkat dari cukai rokok akibat peraturan FCTC. Kesehatan pada anak dan wanita juga jauh berkurang dan perokok pasif semakin sedikit.

Indonesia yang hanya negara peringkat kedelapan sebagai produsen tembakau di dunia pun sebaiknya mencontoh China, Brasil dan India sebagai tiga besar penghasil tembakau yang telah menandatangani dan meretifikasi FCTC.

Andorra, Republik Dominika, Eritrea, Lichtenstein, Malawi, Monako, Somalia, Zimbabwe dan Indonesia menjadi Sembilan negara yang belum berpartisipasi dalam program FCTC. Apabila Indonesia mendukung untuk menyelamatkan generasi muda dari adiksi nikotin, sudah seharusnya Indonesia menjadi bagian dari 178 Negara di dunia untuk aksesi FCTC.

 

Sumber:

http://www.who.int/fctc/en/

http://depkes.go.id/

http://indonesiabebasrokok.org/tag/fctc/

http://kebijakankesehatanindonesia.net

Esensi Penugasan:

Selain untuk memenuhi tugas OKK FKM UI 2014, essai ini bertujuan untuk memberikan informasi bagi khalayak luas tentang keadaan Indonesia saat ini, hubunganya dengan FCTC yang diusung oleh WHO.

 

posted 2 months ago with 0 notes
#OKKFKM #Indonesia dan FCTC #Indonesia #FCTC

(Source: familyguyfun)

posted 1 year ago with 219,711 notes
via / source
Sergio is special because he has something special: audacity. I like daring footballers. 
They always look for more in football.
Even though he’s one of the best defenders in the world, he doesn’t stop experimenting.
I see in training sessions how he works and is always looking for different solutions
for the same problems, and that is very appreciable. - (Mesut's Chapter on Sergio's Book)


(cr: acredites)
posted 1 year ago with 174 notes
via / source
#Mesut Ozil #Sergio Ramos

(Source: chankaisu)

posted 1 year ago with 3,367 notes
via / source
#Cho Kyuhyun

Kyuhyun…please. 

(Source: iheart-kyu)

posted 1 year ago with 167 notes
via / source
#Lee Sungmin